( GMT +7:00 )

Minggu, 16 Mei 2010

Kiat Mendapatkan Sensitifitas Lebih Untuk Orgasme

Memalsukan orgasme bukanlah jalan keluar yang baik dalam menyelesaikan masalah hubungan seks Anda dan pasangan. Ketimbang akting merasakan orgasme, lebih baik cari lain untuk merasakannya.

Saat Anda tak bisa merasakan orgasme, jangan langsung menyalahkan 'performa ranjang' pasangan. Konsultan sex Tracey Cox menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk merasakan orgasme.

1. Ubah pandangan Anda tentang seks
Pandangan Anda tentang seks akan mempengaruhi kenikmatannya. Saat Anda menganggap seks adalah hal yang kotor, maka kenikmatan sesungguhnya tak akan bisa Anda rasakan.

2. Menyadari 'kemampuan' diri
Jika seks merupakan pengalaman baru untuk Anda, jangan malu untuk mengakuinya. Anda perlu mengetahui apa itu orgasme baru bisa merasakannya.Konsultasi dengan teman yang berpengalaman bisa membuat pengetahuan Anda mengenai seks bertambah. Jika perlu tak ada salahnya Anda dan pasangan mendatangi seksolog agar merasakan hubungan seks yang luar biasa.

3. Menyadari bahwa kepuasan seks adalah tanggung jawab pribadi
Jangan selalu menyalahkan pasangan ketika Anda tak bisa mencapai orgasme atau kepuasan seks. Hal itu adalah tanggung jawab Anda pribadi. Andalah yang bisa mengatur diri sendiri agar kepuasan itu dapat terasa.

4. Jangan malu untuk masturbasi
Masturbasi adalah salah satu cara agar Anda bisa merasakan kenikmatan seksual. Masturbasi juga bisa membantu Anda mengetahui titik-titik rangsang di tubuh. Beri tahu titik-titik itu pada pasangan, dan Anda tak akan merasakan kenikmatan itu sendirian.

5. Ajarkan Pasangan Anda
Jika Anda telah mengetahui titik-titik tersensitif di tubuh Anda, beri tahu hal itu pada pasangan. Ajarkan padanya bagaimana cara memuaskan Anda.

6. Ubah Penilaian Anda terhadap Bentuk Tubuh
Kebanyakan wanita sulit mencapai orgasme karena rasa tidak percaya diri terhadap bentuk tubuhnya. Dengan merasa seksi dan percaya diri, Anda menjadi lebih santai saat melakukan hubungan seks. Orgasme pun akan lebih mudah dirasakan.

7. Sediakan Waktu Untuk Memuaskan Diri Sendiri
Saat melakukan hubungan seks, jangan hanya memikirkan kepuasan pasangan semata. Anda pun harus merasakan kenikmatan yang sama. Ajaklah pasangan untuk saling memuaskan, sehingga Anda berdua bisa mencapai orgasme bersama.

8. Jangan Berusaha Terlalu Keras
Tak juga mencapai orgasme bukanlah suatu hal yang buruk. Jangan terlalu memaksakan diri. Hal itu hanya akan membuat Anda merasa tidak santai saat bercinta. Kenyamanan adalah kunci utama.

Rabu, 12 Mei 2010

Sabtu, 08 Mei 2010

Manfaat Seks Bagi Tubuh

Bercinta semata-mata tidak hanya untuk melepaskan hasrat saja. Di balik itu semua, seks menyimpan banyak manfaat positif bagi tubuh.

Kardiovaskular
Seks diibaratkan dengan berlari atau berenang. Ia dapat membakar banyak kalori yang berguna untuk berat badan.

Hal ini tergantung seberapa banyak Anda berkeringat saat 'aktivitas' tersebut. Semakin banyak peluh yang Anda keluarkan, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar.

Seks juga melatih berbagai otot tubuh, berdasarkan posisi yang diterapkan saat bercinta. Semakin sering Anda bereksperimen dengan posisi baru, maka semakin banyak pula otot yang dilatih. Hal ini menjaga fleksibilitas tubuh, namun ingatlah selalu untuk melakukan peregangan sebelumnya.

Membantu Pasangan
Anda tentunya tidak menginginkan pasangan mengalami kanker prostat. Dengan mendapatkan ejakulasi secara teratur, maka lelaki akan terhindar dari kanker prostat dan meningkatkan sistem imun.

Masturbasi
Bermasturbasi juga memiliki manfaat positif serupa bagi pasangan. Namun jumlah kalori yang terbakar saat melakukannya lebih sedikit dibandingkan saat bercinta.

Jadi saat Anda berdua tidak merasa terlalu fit, 'aktivitas' bersama dapat dilakukan untuk mempererat hubungan percintaan sekaligus menyalurkan hasrat.

Menyehatkan Jantung
Lancarnya aliran darah berkat ritual bercinta berimbas kepada kesehatan jantung. Semakin banyaknya oksigen dalam tubuh, maka jantung akan semakin sehat dan kuat. Selain itu seks juga membuat organ reproduksi sehat.

Mengurangi Selulit
Satu lagi manfaatnya bagi tubuh adalah kalori yang terbakar mengurangi selulit di paha dan sekitarnya.

Namun ia tidak akan menghilangkan seluruh selulit pada tubuh. Anda harus tetap berolah raga, menjalankan pola hidup sehat dengan diet sehat dan tidur yang cukup.

Stamina

Sama seperti berolahraga, selain membakar kalori, berhubungan intim juga meningkatkan stamina yang berguna untuk aktifitas harian.

5 Hal Sederhana untuk menilai anda Lelaki Sehat

Ada 5 hal sederhana untuk menilai Anda lelaki sehat tanpa harus bersusah payah tes darah. Lima sisi ini jarang dikupas tapi cukup signifikan untuk meneropong lelaki sehat seperti dilansir dari Askmen.

1. Warna Kuku Merah Muda, Kuku dapat mengungkapkan banyak tentang masalah kesehatan. Seseorang yang sehat akan memiliki kuku merah muda, berbentuk tegas dan permukaan kuku halus. Perubahan kuku menandakan adanya suatu peringatan. Kuku berwarna kuning tebal menandakan penyakit bronkitis kronis. Kuku yang berlekuk-lekuk menunjukkan adanya gejala diabetes. Sementara kuku yang berparut ada garis-garis yang kelihatan jelas pertanda memiliki zat besi rendah.
2. Warna Urine Kuning Pucat, Tak ada salahnya memperhatikan warna urine ketika sedang buar air kecil. Karena urine juga menjadi pertanda masalah kesehatan lelaki. Urine yang normal adalah yang berwarna kuning pucat (kuning keputih-putihan). Warna urine terkait dengan jumlah air minum yang dikonsumsi. Jika banyak minum air maka warna urin biasanya jelas atau bersih dan ini tidak ada masalah. Namun, jika mengalami dehidrasi, maka urine akan berwarna gelap, kecoklatan seperti es teh. Perubahan warna, bau yang tidak terkait dengan makanan atau obat yang sedang dikonsumsi juga patut diwaspadai.
3. Denyut Jantung rata-rata 70 detak per menit (bpm). Denyut jantung istirahat (RHR/Resting heart rate) atau detak jantung per menit saat istirahat merupakan tingkat indikator kebugaran secara keseluruhan. Meski RHR bervariasi setiap usia, namun rata-rata pria sehat memiliki RHR antara 70-75 denyut per menit (bpm/beats per minute). Namun denyut jantung 60-100 bpm juga masih dianggap normal untuk orang dewasa. Detak jantung di luar kisaran itu dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dan mungkin mengindikasikan gangguan kesehatan. Untuk mengukur denyut jantung cukup letakkan dua jari di pergelangan nadi tangan lalu lihat jam dan hitunglah ketukan dalam 15 detik dikalikan 4 untuk mendapat detak jantung per menit.
4. Ejakulasi dengan air mani sebanyak satu sendok makan. Pria sehat dengan usia menengah seharusnya mampu mengeluarkan air mani saat ejakulasi sebanyak 2-5 ml. Namun jumlah air mani ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Jumlah air mani yang kurang dari 2 ml merupakan indikasi hyperspermia, suatu kondisi yang dapat mempengaruhi kesuburan laki-laki. (Jumlah standar air mani ini juga didukung oleh badan kesehatan dunia/WHO). Selain volume, warna dan kekentalan air mani juga dapat memberi petunjuk kesehatan. Laki-laki yang sehat seharusnya memiliki air mani berwarna putih keabu-abuan dan kental. Air mani yang bercampur darah atau terlalu encer adalah pertanda adanya masalah kesehatan yang serius yang harus dikonsultasikan ke dokter.
5. Memiliki kulit elastis. Elastisitas kulit umumnya menunjukkan derajat dehidrasi. Jika Anda mengalami diare kemungkinan akan mengalami kekurangan cairan yang banyak. Untuk menguji elastisitas kulit cukup dengan mencubit punggung tangan, jika cairan di tubuh normal kulit akan kembali ke posisi semula.

Special ALT Characters

Minggu, 02 Mei 2010

Accumulation/Distribution Line

Introduction - Volume and the Flow of Money

There are many indicators available to measure volume and the flow of money for a particular stock, index or security. One of the most popular volume indicators over the years has been the Accumulation/Distribution Line. The basic premise behind volume indicators, including the Accumulation/Distribution Line, is that volume precedes price. Volume reflects the amount of shares traded in a particular stock, and is a direct reflection of the money flowing into and out of a stock. Many times before a stock advances, there will be period of increased volume just prior to the move. Most volume or money flow indicators are designed to identify early increases in positive or negative volume flow to gain an edge before the price moves. (Note: the terms "money flow" and "volume flow" are essentially interchangeable.)

Advertisement

Methodology

The Accumulation/Distribution Line was developed by Marc Chaikin to assess the cumulative flow of money into and out of a security. In order to fully appreciate the methodology behind the Accumulation/Distribution Line, it may be helpful to examine one of the earliest volume indicators and see how it compares.

In 1963, Joe Granville developed On Balance Volume (OBV), which was one of the earliest and most popular indicators to measure positive and negative volume flow. OBV is a relatively simple indicator that adds the corresponding period's volume when the close is up and subtracts it when the close is down. A cumulative total of the positive and negative volume flow (additions and subtractions) forms the OBV line. This line can then be compared with the price chart of the underlying security to look for divergences or confirmation.

In developing the Accumulation/Distribution Line, Chaikin took a different approach. OBV uses the change in closing price from one period to the next to value the volume as positive or negative. Even if a stock opened on the low and closed on the high, the period's OBV value would be negative as long as the close was lower than the previous period's close. Chaikin chose to ignore the change from one period to the next and instead focused on the price action for a given period (day, week, month). He derived a formula to calculate a value based on the location of the close, relative to the range for the period. We will call this value the "Close Location Value" or CLV. The CLV ranges from plus one to minus one with the center point at zero. There are basically five combinations:

( ( (C - L) - (H - C) ) / (H - L) ) = CLV

1.
If the stock closes on the high, the top of the range, then the value would be plus one.
2.
If the stock closes above the midpoint of the high-low range, but below the high, then the value would be between zero and one.
3.
If the stock closes exactly halfway between the high and the low, then the value would be zero.
4.
If the stock closes below the midpoint of the high-low range, but above the low, then the value would be negative.
5.
If the stock closes on the low, the absolute bottom of the range, then the value would be minus one.

The CLV is then multiplied by the corresponding period's volume, and the cumulative total forms the Accumulation/Distribution Line.



The daily chart of Ciena (CIEN)[Cien] gives a breakdown of the Accumulation/Distribution Line, and shows how different closing levels affect the value. The top section shows the price chart for CIEN. The closing level relative to the high-low range is clearly visible. The second section with a black histogram is the Closing Location Value (CLV). The CLV is multiplied by volume, and the result appears in the green histogram. Finally, at the bottom, is the Accumulation/Distribution Line.

1.
The close is on the low and the CLV = -1. Volume, however, was relatively light, so the Accumulation/Distribution Value for that period is only moderately negative.
2.
The close is very near the high and the CLV = +.9273. Volume is relatively high, so the resulting Accumulation/Distribution Value is high.
3.
The close is near the low and the CLV = -.75. Volume is moderately high, so the resulting Accumulation/Distribution Value is moderately high as well.
4.
The close is about half way between the mid-point of the high-low range and the high, and the CLV = +.51. Volume is very heavy, so the Accumulation/Distribution Value is also very high.

Accumulation/Distribution Line Signals

The signals for the Accumulation/Distribution Line are fairly straightforward and center around the concepts of divergence and confirmation.
Bullish Signals

A bullish signal is given when the Accumulation/Distribution Line forms a positive divergence. Be wary of weak positive divergences that fail to make higher reaction highs or those that are relatively young. The main issue is to identify the general trend of the Accumulation/Distribution Line. A two-week positive divergence may be a bit suspect. However, a multi-month positive divergence deserves serious attention.



On the chart for Alcoa, Inc. (AA)[Aa], the Accumulation/Distribution Line formed a huge positive divergence that was over 4 months in the making. Even though the stock fell from above 35 to below 30, the Accumulation/Distribution Line continued on a relentless march north. If one did not know better, it would seem that the two plots did not belong together. However, the stock finally caught up with the Accumulation/Distribution Line when it broke resistance in November.

Another means of using the Accumulation/Distribution Line is to confirm the strength or sustainability behind an advance. In a healthy advance, the Accumulation/Distribution Line should keep up or, at the very least, move in an uptrend. If the stock is moving up at a rapid clip, but the Accumulation/Distribution Line has trouble making higher highs or trades sideways, it should serve as an indication that buying pressure is relatively weak.




Wal-Mart Stores (WMT)[Wmt] began a sharp advance in August that was accompanied by an equally strong move in the Accumulation/Distribution Line. In fact, the Accumulation/Distribution Line was stronger than the stock in early September. After a bit of a consolidation, both again started higher and recorded new reaction highs in early October. Volume flows were behind this advance from the very beginning and continued throughout. The stock ended up advancing from 40 to 60 in about 3 months. Interestingly, as of this writing (December 1999) the Accumulation/Distribution Line has started to move sideways and is indicating that buying pressure is beginning to wane.
Bearish Signals

The same principles that apply to positive divergences apply to negative divergences. The key issue is to identify the main trend in the Accumulation/Distribution Line and compare it to the underlying security. Young negative divergences, or those that are relatively flat, should be looked upon with a healthy dose of skepticism.

The Wal-Mart chart shows a relatively flat negative divergence that is just over a month old. This negative divergence has yet to make a lower low, and should probably be given a little more time to mature. The relative weakness in the Accumulation/Distribution Line should serve as a sign that buying pressure is diminishing while the stock remains at lofty levels.



The Delta Air Lines (DAL)[Dal] chart shows a negative divergence that developed within the confines of a clear downtrend. The stock had clearly broken down, and the Accumulation/Distribution Line was declining in line with the stock. A deteriorating Accumulation/Distribution Line confirmed weakness in the stock. During the June-July rally, the stock recorded a new reaction high, but the Accumulation/Distribution Line failed, thus setting up the negative divergence.

Senin, 26 April 2010

Kamis, 22 April 2010

Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran.

Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda itu? "Burung gagak", jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak, Ayah!"

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!"

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, "Itu gagak, Ayah."

Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar- benar hilang sabar dan menjadi marah. "Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak, Ayah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.


Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini," pinta si Ayah.

Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. "Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa itu?" Dan aku menjawab, "Burung gagak."

Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak."


Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah." Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.

========

Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.

Rahasia di Balik Kelamin Pria

Banyak pria atau wanita yang ingin tahu lebih dalam tentang penis, tapi takut untuk bertanya. Ini karena hal tersebut masih dianggap tabu dan tidak pantas untuk dibicarakan.

Seperti dilansir dari WebMD, Rabu (21/4/2010), ada lima hal yang perlu diketahui tentang penis, yaitu sebagai berikut:

1. Penis tidak memiliki pikiran sendiri

Para pria mungkin sering memperhatikan penisnya mengalami ereksi dengan sendirinya. Bahkan, hal itu bisa saja terjadi di tempat-tempat yang seharusnya tidak pantas, tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak tentang hal ini.

Memang benar, pria tidak bisa mengendalikan penis seperti bagian tubuh lain yaitu lengan dan kaki. Hal ini karena penis dikendalikan oleh sistem saraf yang tidak selalu di bawah kendali kesadaran, yaitu sistem saraf otonom, yang juga mengatur denyut jantung dan tekanan darah.

Gairah seksual biasanya tidak terjadi begitu saja, pikiran sadar terlibat di dalamnya. Tapi banyak gairah seksual terjadi dalam sistem saraf simpatetik.

Selain itu, impuls di otak selama tidur bisa menyebabkan ereksi. Mengangkat beban berat atau tekanan yang menyebabkan pergerakan usus juga bisa menimbulkan ereksi.

Faktor psikologis seperti stres juga berperan dalam sistem saraf simpatetik. Stres dan kecemasan adalah penyebab utama hilangnya libido dan masalah dengan ereksi. "Penis adalah barometer dari sistem saraf simpatetik," kata Drogo Montague, MD, ahli urologi di Cleveland Clinic.

2. Penis bisa mengalami perpanjangan atau tetap saat ereksi

Di antara para pria, tidak ada hubungan yang konsisten antara ukuran penis saat rileks dan saat ereksi.

Dalam sebuah penelitian terhadap 80 pria, peneliti menemukan bahwa peningkatan ukuran penis saat rileks ke ereksi sangat bervariasi, mulai kurang dari 0,6 cm hingga 8,89 cm.

Apa pun makna data klinis tersebut, tidak dapat diasumsikan bahwa orang dengan penis besar akan jauh lebih besar ketika ereksi, karena bisa jadi pria yang penisnya terlihat kecil justru akan mengejutkan dengan ereksi yang besar.

Sebuah analisis lebih dari ratusan pengukuran yang dilakukan oleh peneliti seks Alfred Kinsey, menunjukkan bahwa penis yang pendek ketika rileks cenderung mengalami perpanjangan dua kali lipat ketika ereksi.

3. Penis sebenarnya berbentuk seperti bumerang

Penis sebenarnya berbentuk seperti bumerang. Sama halnya ketika melihat pohon di tanah, kita tidak bisa melihat akar penis yang tersembunyi di dalam pelvis dan menempel pada tulang kemaluan.

Jika dilihat dari gambar MRI, maka bentuk penis akan terlihat seperti bumerang.

Salah satu metode operasi pembesaran penis adalah untuk memotong ligamen yang memegang akar penis di dalam pelvis. Operasi ini dapat memberikan panjang tambahan jika penis lebih menonjol dari tubuh, tetapi ada efek samping.

Ligamen ini, yang disebut ligamen suspensorium, membuat ereksi menjadi kokoh. Dengan pemotongan ligamen berarti penis kehilangan arah sudut ke atas dan bergoyang di pangkalan. Kurangnya kekokohan dapat mengakibatkan cedera.

4. Penis bisa patah

Tidak terdapat tulang pada penis, tapi penis juga bisa patah. Hal ini yang disebut fraktur penis, dan bukan merupakan cedera ringan.

Bila ini terjadi akan terdengar suara sentakan, dan kemudian penis berubah menjadi hitam dan biru, disertai rasa sakit yang mengerikan. Fraktur penis terbilang langka, dan biasanya terjadi pada pria muda karena ereksi mereka cenderung sangat kaku.

Cara mencegah fraktur penis adalah tidak memperlakukannya terlalu kasar. Fraktur penis bisa terjadi ketika pria terlalu keras dan cepat selama berhubungan seks, sehingga menabrak tulang kemaluan pasangannya. Selain itu, wanita yang bergerak liar saat berhubungan seks juga dapat mematahkan penis pria.

Namun, sindrom Peyronie atau penis bengkok merupakan kondisi yang cenderung muncul lebih relevan pada pria tua. Ereksi pada pria tua mungkin tidak kaku, tapi masih cukup keras untuk melakukan hubungan seks. Seiring waktu, jika penis terlalu membentuk sudut dengan cara tertentu saat berhubungan seks, dapat membentuk jaringan parut yang menyebabkan penis bengkok.

5. Kebanyakan penis pria di dunia belum disunat


Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) memperkirakan hanya 30 persen pria berusia 15 tahun ke atas yang telah disunat.

Hal ini sangat bervariasi tergantung agama dan bangsa. Hampir semua orang Yahudi dan Muslim di dunia telah disunat, dan mereka mewakili 70 persen dari semua pria di dunia yang telah disunat.

Amerika Serikat memiliki proporsi tertinggi pria disunat karena alasan non-religius. Sekitar 75 persen pria non-Yahudi dan non-Muslim di AS telah disunat. Kanada hanya 30 persen, Inggris 20 persen dan Australia 6 persen.

Praktik menyunat bayi laki-laki karena alasan medis dan kosmetik telah menjadi kontroversial di Amerika Serikat. Namun, baru-baru ini WHO dan UNAIDS merekomendasikan sunat bagi pria dewasa. Karena berdasarkan bukti, bahwa pria dengan penis yang disunat memiliki risiko lebih rendah terinfeksi HIV.

Kamis, 08 April 2010

Hilangkan Jerawat dengan Bahan Alami

Jerawat adalah masalah umum yang terjadi di kulit wajah. Banyak produk perawatan kulit yang menawarkan solusi untuk menghilangkannya. Anda bisa menyembuhkannya dari bahan alami. Mudah, murah, namun praktis.

1. Baking Soda
Baking soda adalah bahan umum yang ada di dapur. Mencampur 1-2 sendok baking soda dengan air hingga menjadi pasta, lalu mengoleskannya ke jerawat akan membuat peradangan pada jerawat lebih cepat pulih.

2. Cuka Sari apel
Cuka sari apel biasa digunakan untuk mengempiskan jerawat yang tengah meradang. Namun jika cuka apel tak tersedia di dapur Anda, silakan menggantinya dengan cuka biasa.

3. Putih Telur
Putih telur kaya akan protein, sehingga dapat digunakan sebagai masker untuk menyembuhkan jerawat pada kulit Anda. Pecahkan telur, pisahkan kuningnya dan tinggalkan putih telur. Kocok putih telur dan usapkan untuk wajah Anda. Biarkan selama 15 menit dan bilas.

4. Outmeal
Oatmeal bagus untuk menghilangkan kotoran pada muka dan menyerap minyak yang menyebabkan jerawat, Oatmeal dikenal sangat membantu dengan membersihkan jerawat. Sediakan oatmeal, seduhkan air panas, biarkan dingin. Lalu oleskan oatmeal pada wajah Anda seperti menggunakan masker, biarkan selama sekitar 10 menit dan kemudian setelah selesai, bilas kembali.

5. Aloe Vera
Aloe Vera biasanya digunakan untuk luka bakar, tetapi apakah Anda tahu bahwa lidah buaya juga dapat digunakan untuk membersihkan kulit bekas jerawat? Coba teteskan getah lidah buaya sekali sehari ke jerawat Anda. Wajah Anda akan menjadi lebih halus, bebas jerawat.

Minggu, 28 Maret 2010

AmiBroker 5.30



Sistim Operasi 32-bit dan 64-bit

32-bit dan 64-bit mengacu pada arsitektur processor.
Processor 32-bit artinya register2 nya (unit penyimpanan data terkecil di dalamnya) berukuran 32 bit.
Processor 64-bit artinya register2 nya berukuran 64 bit.

( Register2 ini lah yang digunakan untuk melakukan macam2 operasi. Misalnya c = a + b, maka register "eax" akan me-load nilai dari "a" (di memory), kemudian pada register "eax" ditambahkan nilai dari "b", lalu "eax" ditulis ke memory pada posisi variabel "c" )

Pengaruh ukuran register terhadap kecepatan:
Setiap proses baca/tulis dari memory (disebut dengan load/store) membaca/menulis informasi sebesar ukuran register; maka register 64-bit potensial membaca/menulis memory 2x kecepatan register 32-bit.
Tapi ini teoretis saja, karena kenyataannya prosesor juga menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal lain selain load/store, seperti pemrosesan matematis, vector-processing, dll.

Pengaruh ukuran register terhadap presisi:
Secara simplistik: Makin panjang register, makin banyak angka di-belakang-koma yang bisa dihitung secara akurat.
Sebagai gambaran: Misalkan resolusi bilangan real pada 32-bit adalah 0.0001, maka resolusi bilangan real pada 64-bit bisa mencapai 0.0000001 (jadi jauh lebih presisi).

Pengaruh ukuran register terhadap ukuran memori:
Salah satu dari sekian banyak register adalah "addressing register". Addressing register (atau registers, kalau lebih dari satu) adalah register yang memiliki fungsi 'menunjuk' ke alamat tertentu dalam memory. Jangkauan (range) penunjukan ini disebut dengan istilah memory space.
Pada arsitektur 32-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 4'294'967'295 (4 GiB - 1). Inilah yang mengakibatkan muncul "batasan 4 GiB" pada sistem berbasis arsitektur 32-bit.
Pada arsitektur 64-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 18'446'744'073'709'551'615 (16 EiB - 1). Seperti kita lihat, tidak ada lagi 'batasan 4 GiB' pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.

Pengaruh ukuran register terhadap dataset:
"Dataset" adalah istilah untuk 'seperangkat data yang di-load ke dalam memory untuk diproses dan (optionally) ditulis kembali ke hard disk'.
Sistem 32-bit terbatas pada dataset sebesar (2^32)-1, atau (4 GiB - 1). Mengingat sebagian memory harus digunakan untuk OS dan program database ybs, maka biasanya dataset nya hanya sebesar 1-2 GiB saja.
Artinya, sebuah database yang berukuran, katakanlah, 20 GiB (tidak asing dalam konteks perusahaan besar), harus diproses 10~20x.
Sistem 64-bit tidak memiliki batasan di atas. Dia dapat me-load dataset sebesar ketersediaan memory. Artinya, database 20 GiB di atas dapat di-load seluruhnya (asal memory mencukupi), diproses dalam sekali jalan saja.

-----

Agar supaya kita dapat memperoleh keunggulan sistem 64-bit, maka baik software dan hardware harus mendukung.
Software 32-bit jalan di hardware 64-bit tidak bisa memanfaatkan kelebihan arsitektur 64-bit. (Software hanya akan menggunakan 32-bit saja dari 64-bit yang tersedia; 32-bit sisanya tidak dikenali) ==> disebut mode 32-bit.
Sebaliknya, software 64-bit tidak bisa jalan di hardware 32-bit karena kebutuhannya akan lebar register 64-bit tidak bisa dipenuhi.

Windows XP 32-bit, Windows Vista 32-bit dan Windows 7 32-bit adalah sistem operasi yang masih beroperasi di mode 32-bit.
Windows XP 64-bit, Windows Vista 64-bit dan Windows 7 64-bit adalah sistem operasi yang mampu beroperasi di mode 64-bit.


-----

Kelebihan dan kekurangan?

Kita sudah melihat kelebihan dari arsitektur 64-bit.

Sekarang kekurangannya:

Banyak Software 32-bit yang tidak bisa jalan di arsitektur 64-bit, khususnya driver.

Mengapa bisa begitu?

Komputer adalah benda yang sangat kompleks. Untuk bisa berguna bagi manusia, komputer perlu melakukan apa yang disebut "Input/Output" (I/O). Contoh I/O adalah kirim/terima data via LAN, kirim gambar ke Monitor via VGA Card, dll.

Nah, semua tindakan I/O membutuhkan buffer. Sebagai contoh, kita kenal "memory VGA" pada VGA Card; itu sebetulnya adalah buffer untuk membantu VGA Card menampilkan gambar di monitor.

Masalahnya, agar I/O bisa berlangsung dengan mulus dan cepat, 'buffer' ini perlu mendapatkan alamat. Dan alamat ini di ambil dari memory space. Hal ini terjadi meskipun komponen pelaksana I/O ini memiliki buffernya sendiri (contoh: VGA Card terbaru dari nVidia / ATI biasanya punya minimal 256 MiB RAM pada card nya). Tetap saja memori pada card tersebut akan dipetakan ke memory space.

Agar tidak bentrok dengan Sistem Operasi, yang biasanya di-load ke dalam memory 'rendah' (Bottom Memory = memory dengan alamat kecil), maka biasanya pemetaan buffer ini dilakukan di memory 'tinggi' (Top Memory = memory dengan alamat besar, atau dihitung mundur dari alamat memori terbesar (2^32)-1)

Catatan: Ini juga alasan yang menyebabkan RAM komputer kalau terpasang 4 GiB hanya akan bisa dipakai Max 3,25 GiB (atau kalau untung 3,5 GiB), ada yang 'hilang' karena 'tertutupi' oleh buffer dari komponen I/O.

Nah, pada arsitektur 64-bit, hal yang sama pun dilakukan: Buffer untuk I/O dipetakan ke Top Memory. Masalahnya, Top Memory pada arsitektur 64-bit jelas terletak pada posisi yang berbeda dengan Top Memory pada arsitektur 32-bit.

Driver adalah korban yang paling jelas; mereka berusaha mengakses Top Memory 32-bit, padahal lokasi buffer tidak di situ. Akibatnya: Crash.

Software2 lain yang juga coba-coba mengakses Top Memory secara langsung akan mengalami crash juga.

Lucunya, banyak game 32-bit yang malah jalan dengan tanpa masalah di sistem 64-bit; hal ini karena mereka tidak berusaha mengakses Top Memory secara langsung, melainkan meminta bantuan Microsoft DirectX Layer untuk mengakses fitur dari sebuah VGA Card.

Kamis, 25 Maret 2010

Bill William's Alligator System


Bill William menggambarkan Alligator sebagai sebuah kompas yang bisa menjaga trading kita
berada pada arah yang benar. Alligator membantu kita berada pada arah yang sebenarnya dan tidak
keluar dari range trading yang biasanya selalu menghasilkan kekalahan. Alligator adalah kombinasi
dari 3 balance line. Jika ketiga garis sejajar (saling berhimpitan) maka Alligator sedang tidur dan market berada didalam keadaan range-bound. Semakin panjang Aligator tidur maka semakin lapar lah si Alligator.
Ketika Alligator bangun dari tidur yang panjang, sang Alligator akan berburu harga sejauh
mungkin, oleh karena itu pergerakan harga sangat kuat sekali pada keadaan ini. Jika Alligator
sedang tidur, usahakan jangan bergerak dulu. Ketika Alligator terbangun, Alligator akan membuka mulut (Balance lines diverge) dan memulai perburuan. Setelah cukup kenyang, Alligator akan tidur
kembali (Balance Lines converge), jadi saatnya untuk mengambil profit.
Jika Alligator tidak dalam keadaan tidur, market berarti dalam keadaan uptrend atau downtrend
• jika harga berada di atas mulut Alligator maka harga sedang uptrend
• jika harga berada di bawah mulut Alligator maka harga sedang downtrend

*) chaos theory by bill william

Rabu, 24 Maret 2010

Senin, 22 Maret 2010

Minggu, 21 Maret 2010

Kamis, 18 Maret 2010

Minggu, 14 Maret 2010

XP Mode di Windows 7 dengan VMLite

Jika Hardware tidak mendukung Virtualization, download aja
XP Mod
e (http://www.microsoft.com/windows/virtual-pc/download.aspx) dan
VMLite
(http://www.vmlite.com/). Maka Komputer anda bisa jalankan XP Mode tanpa virtualization.
Install dahulu XP mode, lalu install VMLite dan jalankan Wizard XP Modenya.
Enjoy.......

Crystal Liu Yi Fei



Sabtu, 13 Maret 2010

PADA LEVEL BERAPA KEMAMPUAN TRADER ANDA ?

--------------------------------------------------------------------------------
PADA LEVEL BERAPA KEMAMPUAN TRADER ANDA ? TEMUKAN JAWABAN-nya DISINI ...!!!
--------------------------------------------------------------------------------

Trader Level 1
Level 1 Unconscious Incompetence


Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting ( baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh kamu bisa profit.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).

Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.


Trader Level 2

Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europe sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri (biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, Fibonacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. Kamu tahu percis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.


Trader Level 3
Level 3 The EUREKA Moment


Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kamu mulai trading jika kamu tahu pro****litas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat pro****litas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Trader Level 4
Level 4 Conscious Competence


Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money management yang kamu pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.


Trader Level 5
Level 5 Unconscious Competence


Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata "SAYA SEORANG TRADER"